Militansi Mahasiswa dalam menunjang pendidikan ekonomi di era industri 4.0
MILITANSI MAHASISWA DALAM MENUNJANG JURUSAN PENDIDIKAN EKONOMI YANG MEMPUNYAI JIWA PRODUKTIF, RELIGIUS, DEMOKRATIS, DAN ETIKA DI TENGAH ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Revolusi Industri 4.0 merupakan fase keempat dari proses revolusi industri. Revolusi Industri pertama terjadi di Inggris pada abad ke 18, ditandai dengan ditemukannya mesin uap yang mendominasi saat itu.
Revolusi Industri kedua yang terjadi pada abad ke 19 ditandai dengan ditemukannya energi listrik dan Revolusi Industri ketiga pada tahun 1970 ditandai dengan pesatnya tekonologi sensor, interkoneksi dan analisis data yang akhirnya mengintegrasikan keseluruh teknologi industri. Hal ini lah yang mendorong terjadinya Revolusi Industri.
Prof Schawab menjelaskan, revolusi industri 4.0 telah mengubah hidup dan kerja manusia secara fundamental. Berbeda dengan revolusi industri sebelumnya, revolusi industri 4.0 ini memiliki skala, ruang lingkup dan kompleksitas yang lebih luas.
Kemajuan teknologi baru yang mengintegrasikan dunia fisik, digital dan biologis telah mempengaruhi semua disiplin ilmu, ekonomi, industri dan pemerintah
Deskripsi di atas menggambarkan bahwa revolusi industri 4.0 akan merambah ke segala sendi ekonomi. Konsep digitalisasi ekonomi dominan menggunakan teknologi canggih dalam kegiatan ekonominya, akhirnya tenaga manusia yang notabene sebagai penyerap tenaga kerja menjadi terkesampingkan dan negara berkembang yang tidak mampu bersaing ekonominya akan memburuk akibat tingginya jumlah pengangguran.
Namun situasi revolusi industri 4.0 tidak dapat terhindarkan. Situasi saat inilah menuntut mahasiswa berperan aktif dalam menjaga stabilitas ekonomi terutama kelas menengah kebawah.
Revolusi merupakan berubahnya corak sosial dan kebudayaan serta kebiasaan masyrakat umum yang menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarkat secara singkat. Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengelola bahan mentah, bahan baku, menjadi barang berkualitas. 4.0 sendiri merupakan kode tren digitalisasi dan otomasi serta pertukaran data terkini dalam teknologi.
Prof Schawab menjelaskan, revolusi industri 4.0 telah mengubah hidup dan kerja manusia secara fundamental. Berbeda dengan revolusi industri sebelumnya, revolusi industri 4.0 ini memiliki skala, ruang lingkup dan kompleksitas yang lebih luas.
Bagaimana cara pemuda mampu survive dalam mengembangkan diri, menciptakan lapangan -- lapangan pekerjaan, menginisiasi industri kreatif, dan berperan aktif dalam perekonomian kita, baik secara mikro atau makro.
Pemuda Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam 'persaingan' global, terutama pada bidang ekonomi. Negara -- negara maju mendorong pemudanya untuk menciptakan komoditas -- komiditas baru untuk memperkuat perekonomian, seperti halnya di Korea Selatan yang sukses 'menularkan' virus musik K-Pop hingga Drakor (film drama korea), yang saat ini justru sangat digemari pemuda di tanah air.
Tantangan zaman kita tidak hanya pada persaingan dan ekspansi ekonomi global, namun juga pada fenomena revolusi industry 4.0. Sejatinya, ketika hal ini tidak diberikan perhatian yang serius dan lebih, maka bonus demografi yang akan dimiliki bangsa Indonesia menjadi tidak ada artinya. Revolusi indutri 4.0 akan berpotensi besar mengubah 'tatanan' kehidupan manusia, dimana dampaknya sedikit demi sedikit sudah terlihat di era saat ini.
Perubahan tatanan kehidupan itu jelas akan mengubah seluruh peta kehidupan sosial dan ekonomi kita, dimana salah satunya berdampak perubahan lapangan -- lapangan pekerjaan, yang masih bersifat konvensional menuju penggunaan teknologi digital.
Kita tidak menginginkan pemuda kita hanya 'dimanfaatkan' sebagai pekerja -- pekerja industry ekonomi global yang hanya akan mengutungkan negara -- negara maju saja.
Kedaulatan bukan lagi hanya masalah mempertahankan tanah air kita, namun telah masuk dalam sendi 'kedaulatan manusia' Indonesia, yang sesungguhnya harus banyak memberikan kontribusi dan pengorbanannya untuk bangsa dan negara.
Pemuda mempunyai 'tatangan' yang semakin berat, namun pemuda Indonesia telah banyak menciptakan sejarah -- sejarah gemilang pada masa lampau, realitas ini harus mampu disadari dan dimanfaatkan oleh seluruh pemuda agar dapat bahu membahu menjadi penompang sang ibu pertiwi.
Keuntungan penerapan model Industri 4.0 bisa lebih banyak daripada keprihatinan yang timbul. Ini berlaku untuk banyak fasilitas produksi. Di lingkungan kerja yang sangat berbahaya, kesehatan dan keselamatan manusia (pekerja) bisa ditingkatkan secara dramatis.
Rantai pasokan bisa lebih siap dikendalikan ketika tersedia data di setiap jenjang pemanufakturan dan proses pengantaran. Komputer yang menjadi "kontrol" bisa menghasilkan produksi yang lebih dipercaya dan konsisten. Selain itu, hasil untuk banyak bisnis bisa meningkatkan pendapatan, pangsa pasar, dan keuntungan.
Peran kita kedepannya sebagai generasi bangsa dimana sebagai seorang mahasiswa kita tetap harus mempunyai jiwa produktif, religius, demokratis, etika, dan tetap bisa beradaptasi dengan perubahan yang ada sekarang. Seiring berkembangnya zaman, skiyang dimiliki tentunya harus juga terus berevolusi dan bertambah seiring perubahan atau perkembangan zaman.
Setiap orang yang mengeksploitasi dan menggunakan alam adalah demi kepentingan manusia dan juga mahluk hidup sekitarnya, seorang farmasis yang terlibat lansung dalam pembuatan obat yang memiliki limbah harus mampu membantu dala penanganan limbah dan harus sesuai prosedur yang telah ditentukan, dalam memanfaatkan alam harus memperhatikan estetika dan keindahan dan juga memanfaatkan sumber daya alam sesuai kebutuhan, penyiapan analisis pengembangan mengenai dampak lingkungan serta bentuk perilaku ramah lingkungan,
Indonesia sangatlah membutuhkan orang-orang yang dapat peduli dengan bangsanya sendiri, terutama pemuda-pemuda sebagai penggerak saat ini diharapkan dapat mewujudkan Indonesia yang lebih baik lagi terutama pada tahun 2025 dimana pada saat itu kita mendapat bonus demografis yang dimana penduduk usia produktif di Indonesia lebih besar dalam hal ini adalah para pemuda dan pemudi dengan ini kita patut mengoptimalkan kemampuan sejak dini agar siap nantinya menghadapi bonus demografis terutama para pemuda yang bergerak dibidang farmasi. Perhatian kepada masyarakat haruslah sungguh-sungguh karena dampaknya akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia itu sendiri.
Mahasiswa pendidikan ekonomi harus memiliki jiwa yg religius, tidak hanya itu mahasiswa tidak hanya dituntut untuk fokus ke dalam bidang pendidikan akademik, tetapi juga dituntut memiliki jiwa yg kreatif, dan bisa mebuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat, bukan yang pencari kerja.
Revolusi Industri 4.0 merupakan fase keempat dari proses revolusi industri. Revolusi Industri pertama terjadi di Inggris pada abad ke 18, ditandai dengan ditemukannya mesin uap yang mendominasi saat itu.
Revolusi Industri kedua yang terjadi pada abad ke 19 ditandai dengan ditemukannya energi listrik dan Revolusi Industri ketiga pada tahun 1970 ditandai dengan pesatnya tekonologi sensor, interkoneksi dan analisis data yang akhirnya mengintegrasikan keseluruh teknologi industri. Hal ini lah yang mendorong terjadinya Revolusi Industri.
Prof Schawab menjelaskan, revolusi industri 4.0 telah mengubah hidup dan kerja manusia secara fundamental. Berbeda dengan revolusi industri sebelumnya, revolusi industri 4.0 ini memiliki skala, ruang lingkup dan kompleksitas yang lebih luas.
Kemajuan teknologi baru yang mengintegrasikan dunia fisik, digital dan biologis telah mempengaruhi semua disiplin ilmu, ekonomi, industri dan pemerintah
Deskripsi di atas menggambarkan bahwa revolusi industri 4.0 akan merambah ke segala sendi ekonomi. Konsep digitalisasi ekonomi dominan menggunakan teknologi canggih dalam kegiatan ekonominya, akhirnya tenaga manusia yang notabene sebagai penyerap tenaga kerja menjadi terkesampingkan dan negara berkembang yang tidak mampu bersaing ekonominya akan memburuk akibat tingginya jumlah pengangguran.
Namun situasi revolusi industri 4.0 tidak dapat terhindarkan. Situasi saat inilah menuntut mahasiswa berperan aktif dalam menjaga stabilitas ekonomi terutama kelas menengah kebawah.
Revolusi merupakan berubahnya corak sosial dan kebudayaan serta kebiasaan masyrakat umum yang menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarkat secara singkat. Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengelola bahan mentah, bahan baku, menjadi barang berkualitas. 4.0 sendiri merupakan kode tren digitalisasi dan otomasi serta pertukaran data terkini dalam teknologi.
Prof Schawab menjelaskan, revolusi industri 4.0 telah mengubah hidup dan kerja manusia secara fundamental. Berbeda dengan revolusi industri sebelumnya, revolusi industri 4.0 ini memiliki skala, ruang lingkup dan kompleksitas yang lebih luas.
Bagaimana cara pemuda mampu survive dalam mengembangkan diri, menciptakan lapangan -- lapangan pekerjaan, menginisiasi industri kreatif, dan berperan aktif dalam perekonomian kita, baik secara mikro atau makro.
Pemuda Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam 'persaingan' global, terutama pada bidang ekonomi. Negara -- negara maju mendorong pemudanya untuk menciptakan komoditas -- komiditas baru untuk memperkuat perekonomian, seperti halnya di Korea Selatan yang sukses 'menularkan' virus musik K-Pop hingga Drakor (film drama korea), yang saat ini justru sangat digemari pemuda di tanah air.
Tantangan zaman kita tidak hanya pada persaingan dan ekspansi ekonomi global, namun juga pada fenomena revolusi industry 4.0. Sejatinya, ketika hal ini tidak diberikan perhatian yang serius dan lebih, maka bonus demografi yang akan dimiliki bangsa Indonesia menjadi tidak ada artinya. Revolusi indutri 4.0 akan berpotensi besar mengubah 'tatanan' kehidupan manusia, dimana dampaknya sedikit demi sedikit sudah terlihat di era saat ini.
Perubahan tatanan kehidupan itu jelas akan mengubah seluruh peta kehidupan sosial dan ekonomi kita, dimana salah satunya berdampak perubahan lapangan -- lapangan pekerjaan, yang masih bersifat konvensional menuju penggunaan teknologi digital.
Kita tidak menginginkan pemuda kita hanya 'dimanfaatkan' sebagai pekerja -- pekerja industry ekonomi global yang hanya akan mengutungkan negara -- negara maju saja.
Kedaulatan bukan lagi hanya masalah mempertahankan tanah air kita, namun telah masuk dalam sendi 'kedaulatan manusia' Indonesia, yang sesungguhnya harus banyak memberikan kontribusi dan pengorbanannya untuk bangsa dan negara.
Pemuda mempunyai 'tatangan' yang semakin berat, namun pemuda Indonesia telah banyak menciptakan sejarah -- sejarah gemilang pada masa lampau, realitas ini harus mampu disadari dan dimanfaatkan oleh seluruh pemuda agar dapat bahu membahu menjadi penompang sang ibu pertiwi.
Keuntungan penerapan model Industri 4.0 bisa lebih banyak daripada keprihatinan yang timbul. Ini berlaku untuk banyak fasilitas produksi. Di lingkungan kerja yang sangat berbahaya, kesehatan dan keselamatan manusia (pekerja) bisa ditingkatkan secara dramatis.
Rantai pasokan bisa lebih siap dikendalikan ketika tersedia data di setiap jenjang pemanufakturan dan proses pengantaran. Komputer yang menjadi "kontrol" bisa menghasilkan produksi yang lebih dipercaya dan konsisten. Selain itu, hasil untuk banyak bisnis bisa meningkatkan pendapatan, pangsa pasar, dan keuntungan.
Peran kita kedepannya sebagai generasi bangsa dimana sebagai seorang mahasiswa kita tetap harus mempunyai jiwa produktif, religius, demokratis, etika, dan tetap bisa beradaptasi dengan perubahan yang ada sekarang. Seiring berkembangnya zaman, skiyang dimiliki tentunya harus juga terus berevolusi dan bertambah seiring perubahan atau perkembangan zaman.
Setiap orang yang mengeksploitasi dan menggunakan alam adalah demi kepentingan manusia dan juga mahluk hidup sekitarnya, seorang farmasis yang terlibat lansung dalam pembuatan obat yang memiliki limbah harus mampu membantu dala penanganan limbah dan harus sesuai prosedur yang telah ditentukan, dalam memanfaatkan alam harus memperhatikan estetika dan keindahan dan juga memanfaatkan sumber daya alam sesuai kebutuhan, penyiapan analisis pengembangan mengenai dampak lingkungan serta bentuk perilaku ramah lingkungan,
Indonesia sangatlah membutuhkan orang-orang yang dapat peduli dengan bangsanya sendiri, terutama pemuda-pemuda sebagai penggerak saat ini diharapkan dapat mewujudkan Indonesia yang lebih baik lagi terutama pada tahun 2025 dimana pada saat itu kita mendapat bonus demografis yang dimana penduduk usia produktif di Indonesia lebih besar dalam hal ini adalah para pemuda dan pemudi dengan ini kita patut mengoptimalkan kemampuan sejak dini agar siap nantinya menghadapi bonus demografis terutama para pemuda yang bergerak dibidang farmasi. Perhatian kepada masyarakat haruslah sungguh-sungguh karena dampaknya akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia itu sendiri.
Mahasiswa pendidikan ekonomi harus memiliki jiwa yg religius, tidak hanya itu mahasiswa tidak hanya dituntut untuk fokus ke dalam bidang pendidikan akademik, tetapi juga dituntut memiliki jiwa yg kreatif, dan bisa mebuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat, bukan yang pencari kerja.
Komentar
Posting Komentar